Hari ini masih sama seperti kemarin-kemarin, saya lebih produktif ke tugas dibandingkan tulisan dan buku-buku di rak yang sudah teriak-teriak minta diselesaikan untuk dibaca (sabar ya, resiko semester 6 memang begini ini buku), kota malang pun masih sama diguyur hujan dari pagi sampai sore, masih terus menunggumu, masih terus memikirkanmu, masih terus berusaha menyapa kamu yang disana.
"Selamat pagi kamu, Selamat siang kamu, Selamat sore kamu, Selamat malam kamu dan semoga harimu selalu indah dan selalu dalam lindungan-Nya"
"Hei, kamu tau tidak aku menunggumu lo.!!!
Dari dulu sampai saat ini, kamu selalu jadi hujan yang menyejukkan diri. Kamu seperti hujan yang selalu mendadak hadir dan tiba-tiba reda disaat aku masih rindu kesejukkan yang kau tawarkan. Dan belum cukup disitu saja, jikalau kau malas hadir kau pun bagai musim kemarau panjang yang enggan berubah menjadi musim penghujan hati."
Kau dan hujan, saya suka korelasi itu.
Bagi saya hujan itu sangat menyejukkan. Saya suka wangi hujan yang khas, saya suka apabila berjalan dan ditetesi oleh rintikan air hujan yang dingin, saya suka tanaman yang terlihat jauh lebih cerah karena hujan turun, dan saya suka pelangi yang muncul akibat efek dari hujan. Dan yang pasti hujan itu punya daya tarik yang besar untuk saya.
Hujan itu sepertimu punya wangi yang khas dan selalu saya suka, selalu bisa menyulap mood buruk menjadi membaik lagi. Dan saya pun berharap saya yang akan menjadi pelangimu nantinya yang hanya akan bisa muncul apabila (hujan = kamu)itu (turun = ada) dan akan selalu mengindahkan harimu. Dan kamu punya daya tarik yang besar seperti saya selalu tertarik dengan hujan.
Menatap hujan dari jendela kamar ini akan jadi momen paling melegakan. Membayangkan senyummu, wajahmu, cerita hidupmu yang masih belum sepenuhnya kuketahui dengan lengkap. Dan selalu menitipkan doa kepada-Nya semoga aku dan kamu adalah manunggal. Semoga kau = hujan dan aku = pelangi. Semoga Tuhan sore ini tersenyum ketika melihatku menatap hujan dan aku yang masih berusaha mencoba mencari korelasi antara aku,kamu,hujan, dan pelangi.
Lalu Tuhan akan berkata: "Sabar tya', jika sudah waktunya hujan itu akan turun dengan deras memelukmu dan tidak akan pergi jauh darimu dan kamu akan selalu menjadi pelangi yang indah yang akan terus ditakdirkan terbit menemani hujan."
Saya : "Terima kasih Tuhan untuk semuanya. Semoga aku dan dia adalah manunggal. Semoga namanya nanti akan mengisi lembar-lembar baru hidup saya, semoga namanya yang nantinya akan terselip didalam doa-doa saya."
Semoga hujan ini akan segera turun karena pelangi pun lelah jika harus bersembunyi menahan untuk memunculkan dirinya karena pelangi tidak akan bisa muncul jika hujan masih enggan turun.
Novtya Citra Annisa
skip to main |
skip to sidebar
Minggu, 10 April 2011
Mengenai Saya
- NovtyaCA
- Memulai hidup lewat mimpi. Lewat ketikan-ketikan jari yang terus membawaku hadir disini belajar untuk menciptakan tulisan yang baik. Saya percaya dengan kekuatan mimpi, kekuatan pikiran, dan kekuatan keyakinan. Saya perempuan yang akan mengubah kata tidak mungkin menjadi mungkin.
Blog Archive
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.


2 komentar:
kita sama-sama pecinta hujan yah ternyata kak :)))
iya tik'.. selalu menjadi pecintanya(hujan).. :)
Posting Komentar