Sabtu, 19 Februari 2011

Becoming a Star

Ini artikel yang bagus dari pak Mario Teguh. Saya tulis ulang disini supaya bisa bermanfaat bagi saya dan teman-teman sekalian.


Kualitas pertama dan yang paling penting dari sebuah tindakan adalah pelaksanaannya, baru kemudian ketepatan tindakannya, kemudian kemudahan melakukannya, kemudian ketepatan biayanya, dan kemudian yang terakhir adalah keindahan dari pelaksanaan dari tindakan itu.
Tetapi para ahli menunda tindakan itu ada di mana-mana.
Dan karena tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan, mereka jadinya -harus melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Itu sebabnya banyak orang yang terlambat mencapai yang telah lama dicapai oleh orang lain.
Sebetulnya, setiap orang di antara kita adalah pribadi yang super cepat bertindak-bila dia bertemu dengan sesuatu atau keadaan yang mewajibkannya untuk bertindak tanpa sempat memikirkan penundaan.

Peluang
Reaksi cepat seorang pemimpin yang bertindak saat sebuah peluang hadir, bisa saja datang dari penantian yang cukup melelahkan, atau dari kekhawatiran bahwa kesempatan yang sama mungkin tidak akan tersedia lagi, atau bila peluang ini tidak diambilnya, orang lain akan memanfaatkannya.
Bila kita tidak terlatih untuk berpikir cepat dalam menimbang resiko dan nilai dari keuntungan dalam bertindak cepat - pada awal terbukanya sebuah peluang; kita akan sering terperangkap dalam keharusan untuk segera meninggalkan sebuah pekerjaan, membayar biaya dari ketergesaan itu, sambil memusatkan perhatian kepada kemungkinan peluang berikutnya.

Masalah
Ada pemimpin usaha yang hanya akan bertindak - bila dia sudah mengetahui adanya sebuah masalah.
Pada detik dia mengetahui masalah itu - karena tidak sengaja, atau karena sebuah proses formal; dia segera meledak dengan tindakan-tindakan drastis yang sering juga sangat emosional.
Segala sesuatu ingin dilakukannya, semua harus selesai kemarin, dan dia menyalahkan semua orang - kecuali dirinya.
Namun, semua orang yang mengenalnya, juga mengenali bahwa semua kegentingan itu akan segera berlalu, karena sang pemimpin akan segera santai kembali - karena sudah membiasa dan mulai lupa dengan pengetahuannya mengenai masalah-masalah bisnisnya.
Bila dia ingat - dia panik. Bila dia lupa - dia santai.
Sampai suatu saat dia akan sangat ingat - yaitu saat pemilik perusahaan menggantikannya dengan seseorang yang memiliki peledak tindakan yang lebih sensitif.

Ancaman
Peledak yang satu ini adalah peningkatan kelas dari masalah.
Masalah-masalah kecil yang tidak terselesaikan, akan tumbuh menjadi kenyataan yang membahayakan dan itu lah yang kita sebut sebagai ancaman.
Sehingga, bila kita semua lebih berbakat untuk menunda penyelesaian masalah, sebetulnya kita semua ini sedang membesarkan ancaman-ancaman bagi diri kita dan tugas-tugas kepemimpinan kita.
Seorang pemimpin yang berkelas tidak membiarkan dirinya diancam oleh apa pun untuk memutuskan dan melakukan yang benar, apa lagi oleh ancaman yang datang dari kelemahannya dalam bertindak.

Rencana
Anda yang berencana baik dan besar - seharusnya mudah untuk membuat diri Anda mendahulukan yang harus didahulukan, melakukan dengan cara yang seharusnya, dan pada saat Anda harus melakukannya.
Bila Anda telah memiliki rencana, tetapi rencana itu tidak membuat Anda
terbebaskan dari kecenderungan untuk menunda dan mendahulukan yang menyenangkan saja - itu berarti bahwa Anda harus mengganti rencana Anda, atau mengganti sikap Anda.
Bila Anda tidak dapat menggantikan kedua hal itu, akan datang suatu saat di mana Anda lah yang akan digantikan - dengan pribadi yang mudah meledak karena rencana-rencananya. Ingat lah, walau pun organisasi yang Anda pimpin itu berukuran besar dan berjangkauan luas - sifat dari kepemimpinan Anda adalah tetap kepemimpinan pribadi.

Impian
Sebetulnya impian adalah juga sebuah rencana - hanya saja kita tidak mampu menjelaskan mengapa hati ini demikian terpukau-pikat kepada keindahan dari pembayangan keadaan di masa depan itu.
Bila impian Anda tidak menggerakkan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda dengan sungguh-sungguh - walau pun Anda tidak yakin pasti bahwa yang Anda lakukan akan menuntun Anda kepada impian Anda; makaAnda tidak sedang bermimpi.
Ingat lah, bahwa hanya dia yang kesibukannya disemangati oleh impiannya
yang bisa hidup dalam kesadaran kehidupan impian.

Tugas
Peledak tindakan kepemimpinan yang tertinggi adalah keikhlasan menerima tugas sebagai pemimpin untuk mendatangkan perbedaan yang berarti bagi organisasi yang kita pimpin, bagi pelanggan yang kita layani, dan bagi semua yang berkepentingan atas kebaikan yang kita hasilkan.
Bila Anda melihat ada sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk kebaikan organisasi dan bisnis Anda -jangan lah Anda menunggu sampai Anda menjadi pejabat; segera lakukanlah yang harus Anda lakukan.
Melakukan yang baik tanpa harus diperintahkan adalah tanda kualitas
kepemimpinan yang sebenarnya.

LIBURAN & KELUARGA CEMARA BAHAGIA VERSI SAYA


Hari ini saya baru menengok blog saya lagi, setelah sekian lama saya pernah buat blog ini tapi saya tinggalkan begitu saja tanpa mengisinya dengan tulisan. hahaha
Lalu tiba-tiba saya ingat bahwa saya punya blog yang sudah cukup lama saya terlantarkan. Liburan dan keluarga cemara versi saya yang bahagia, ingin saya tampilkan untuk tema tulisan kali ini.

Kebetulan sekali saat ini pas momen liburan. Momen ini spesial, karena apa? Karena cuma liburan saya bisa kembali pulang ke kota tercinta saya dan berkumpul bersama keluarga cemara bahagia. Senang rasanya. Terakhir saya pulang, hhmm kapan ya 6 bulan yang lalu mungkin. Saya menikmati hampir semua momen kepulangan ini. Saya bisa jauh lebih santai, tidak memikirkan beban dan tugas kuliah, pokoknya "free all day" lah klo saya sudah pulang. Sekali-sekali berkunjung ke rumah nenek dan rumah keluarga yang lain. Kalau nggak yah jalan-jalan sama teman-teman lama atau mereka yang menyempatkan main-main kerumah saya.

Tapi liburan semester kali ini banyak terasa berbeda. Yah, sangat berbeda. Sebenarnya semua sangat dan amat menyenangkan apabila di samping keluarga cemara saya. Tapi di momen liburan ini, keluarga saya lagi tertimpa musibah. Dua orang kakek saya sakit Stroke dan dalam jangka waktu yang hampir berdekatan. Awal-awal liburan pun banyak dihabiskan dirumah sakit. Lalu selang waktu yang tidak berjauhan kakek saya yang satunya lagi (dari mama) juga terkena stroke ringan. Alhamdulillah bisa dirawat dirumah karena tidak terlalu parah. Saya berdoa yang terbaik untuk mereka semua. Saya memohonkan kesembuhan untuk mereka kepada Tuhan. Mungkin kalau ditelisik lagi pesan Tuhan banyak disini. Kita yang masih muda-muda sering menggampangkan masalah pola makan,olahraga,dan istirahat yang cukup. Sebenarnya ini alarm buat kita semua, bahwa tidak perlu menunggu tua baru sadar dengan mahalnya kata-kata sehat itu. Tapi untuk kakek-kakek saya yang sakit, saya sangat mengharap kesembuhan kalian. Amin.

Kegiatan liburan kebanyakan saya habiskan dirumah. Karena pulang untuk liburan kerumah itu momen mahal (jelaslah, pulangnya perlu tiket PP yg lumayan menguras kantong.. hahahaha)sulit dapet momen indah kumpul bareng,sharing masalah apapun sama mama tanpa kenal waktu(biasanya dibatasi pulsa telepon),bisa membenamkan semua masalah-masalah saya di malang. Untuk hal yang satu ini, saya betul-betul mau refresh. Semua anggota keluarga pun mengerti masalah yang cukup membuat saya down (karena masih bodoh) dan mama orang yang paling concern dengan masalah ini. Beliau dan orang-orang rumah sudah tidak lagi menanyakan kabar "dia" atau apapun tentang "dia". Mereka tau apa yang saya rasakan tanpa perlu saya bercerita terlalu banyak. Mereka yaitu keluarga cemara saya adalah hadiah terindah yang Tuhan kasih. Sampai kapanpun itu mereka tidak pernah tergantikan. Keluarga kecil yang bahagia dan saya harap selalu senyum yang menghiasi kami semua.

Ini tulus doa saya. Saya ingin terus menikmati keceriaan dan kebahagiaan keluarga cemara ini. Semoga kami bisa saling menjadi sandaran yang kokoh untuk selalu menjadi tempat bersandar salah satu diantara kami yang lelah berjalan. Selalu jadikan keluarga cemara ini bahagia ya Tuhan, bukan cuma kebahagiaan versi saya tapi kebahagiaan versi-Mu yang tak akan pernah habis.


Novtya Citra Annisa