Rabu, 02 Maret 2011

Who I am - Masa Transisi - Proses Pemulihan.. Whooppss :')

Awal bulan maret. Mulai menulis lagi. Mulai mengisi blog lagi. But, still confused about "Who I am"

Anyway, sekarang saya mulai bertanya SIAPA-DIRI-SAYA (dengan tanda tanya yang sangat besar). Saya yakinlah kalau hampir semua orang pernah mengalami masa-masa seperti ini, dan saya menyebutnya masa-masa transisi.

Sebelumnya saya hampir tidak memikirkan pertanyaan pertanyaan seperti : Siapa diri saya? Apa potensi saya? Mau jadi apa saya nantinya? Sudah bahagiakah saya dengan hidup saya? Apa saja pencapaian saya? dan masih banyak lagi pertanyaan yang mulai mengambil alih sebagian isi kepala saya. Hal ini semua bermula dari akhir tahun 2010. Dimana saya dihadapkan dengan suatu masalah yang menggerogoti sisi emosional saya. Mulai merapuh, melemah, dan seperti terombang-ambing. Pada saat itu yang menjadi ukuran saya adalah lepas dari semua masalah ini dan mengobati hati yang kecewa. Tapi didalam semua perenungan itu banyak hal yang mulai nampak dan naik ke permukaan. Masalah saya mulai saya lepaskan dan saya biarkan mengambang karena jalan keluarnya pun terlihat buntu. Tapi yang membuat saya terheran-heran justru saat isi kepala saya mulai berunjuk rasa, berdemo sesuka hatinya meneriakkan SIAPA-DIRI-SAYA??? Dengan semua pertanyaan yang rasanya seperti ketukan palu Tuhan di atas kepala saya. Saya mulai berpikir apa saja pencapaian saya selama ini. Ingin menjadi apa saya nantinya. Bahagiakah saya dengan jurusan kuliah saya saat ini. Dan banyak pertanyaan lain yang mulai menguasai kepala ini.

Sampai saat ini pun saya masih belum bisa berdiri dengan tegak bila dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi yang saya bisa pelajari sekarang adalah untuk lebih mengenali diri sendiri, lebih menghargai kemampuan diri karena Tuhan tidak akan pernah sia-sia menciptakan diri ini tentunya, dan percaya pada diri sendiri.

Tapi mari saya kenalkan dengan sebuah "obat" yang menurut saya bisa sedikit membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Mungkin belum semua pertanyaan bisa saya jawab dengan baik lewat pencapaian-pencapaian saya. Tapi, setidaknya dapat sedikit terobati lah karena saya mulai dapat menghargai diri saya dan kemampuan saya, serta saya bisa lebih percaya dengan diri saya. "Obat" saya ini adalah BUKU dan me time. Dengan adanya waktu untuk diri sendiri, jelas waktu untuk perenungan dan perbaikan diri terasa lebih optimal. Dan "obat" seperti BUKU pun saya anggap tepat untuk menemani saya sekarang sebagai suplemen. hehehe :D

Ini saya cantumkan kutipan-kutipan "obat" dari buku favorit saya :

Salah satu kutipan yang saya baca dan sangat saya suka dari buku "Personal Power" karangan Dr. Ibrahim Elfiky, yaitu :
Apapun yang kamu pikirkan maka itulah yang akan kamu capai.

Ini kutipan dalam buku "Jangan Menunda Untuk Sejahtera" karangan Dr. Ibrahim Elfiky :

Mulai hari ini:

Perhatikan pikiran Anda sebelum berubah menjadi konsentrasi.
Perhatikan konsentrasi Anda sebelum berubah menjadi perasaan.
Perhatikan perasaan Anda sebelum berubah menjadi perilaku.
Perhatikan perilaku Anda sebelum berubah menjadi hasil.
Perhatikan hasil yang Anda dapat sebelum menentukan jalan hidup Anda.

Anda bukan label yang disandangkan oleh Anda sendiri, dan bukan label yang disandangkan oleh orang lain pada Anda.
Anda bukan kesedihan, kecemasan, kekhawatiran,frustasi, atau kegagalan.
Anda bukan usia,berat badan, bentuk tubuh, atau warna kulit Anda.
Anda bukan masa lalu, saat ini, atau masa yang akan datang.

Anda adalah makhluk paling baik yang diciptakan Allah.
Jika ada orang mampu mewujudkan sesuatu di dunia, Anda pasti bisa mewujudkannya, bahkan bisa lebih baik.
Ingatlah bahwa malam adalah awal bagi siang.
Musim dingin adalah awal bagi musim panas.
Penderitaan adalah awal bagi ketenangan.
Kesulitan adalah awal bagi kebaikan.
Sikap optimis pada kebaikan adalah awal kekuatan diri.
Karena itu,nikmati setiap waktu Anda.
Anggaplah sebagai babak akhir kehidupan Anda.
Hiduplah dengan cinta kepada Allah.
Hiduplah dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Hiduplah dengan cita-cita.
Hiduplah dengan perjuangan.
Hiduplah dengan kesabaran.
Hiduplah dengan cinta.
Hargailah kehidupan.


Yah, percaya atau tidak itulah suplemen saya. Mungkin semua pertanyaan belum bisa saya jawab dengan bukti pencapaian terbaik. Tapi, saya harap masa transisi ini merupakan proses pemulihan untuk perbaikan diri menjadi lebih baik lagi.

Salam hangat,
NOVTYA CITRA ANNISA

0 komentar:

Posting Komentar